Posted in

Setelah Jadi Korban Perampokan, Nana Justru Digugat Balik Pelaku: Agensi Geram & Siapkan Tindakan Hukum

nana

Aktris dan penyanyi Korea Nana yang dikenal sebagai mantan anggota grup After School dan juga aktif di dunia drama, kini terlibat dalam pertempuran hukum yang tak terduga usai dirinya menjadi korban perampokan. Alih-alih kasus itu selesai begitu saja, kini sang pelaku justru menggugat balik Nana dengan tuduhan percobaan pembunuhan, kata laporan media hiburan Korea terbaru hari ini.

Kejadian yang memicu semuanya bermula dari insiden serius pada November 2025 lalu saat seorang pria yang belum diungkap identitasnya menerobos kediaman Nana di kawasan elit di Korea sambil membawa senjata tajam dan menuntut uang. Dalam kekacauan itu, Nana dan ibunya terluka saat berusaha melindungi diri mereka dari ancaman pelaku. Polisi akhirnya menangkap pria tersebut dan mendakwa dia atas tuduhan perampokan bersenjata serta penyerangan berat.

Namun pada proses hukum menjelang awal Januari 2026, tersangka secara mengejutkan mengajukan tuntutan balik terhadap Nana, mengklaim bahwa apa yang dilakukan Nana saat melumpuhkan dia adalah tindakan percobaan pembunuhan, bukan sekadar pembelaan diri. Klaim itu mengejutkan publik dan memicu gelombang kontroversi di komunitas penggemar K-pop dan drama Korea.

Sebelumnya, pihak berwenang sudah jelas menyatakan bahwa tindakan Nana saat itu adalah pembelaan diri yang sah menurut hukum pidana Korea, karena pelaku menerobos masuk ke rumah secara paksa dengan senjata dan langsung mengancam keselamatan Nana serta ibunya. Untungnya, peristiwa tersebut menyebabkan luka pada Nana dan ibunya, sementara pelaku juga mengalami cedera saat terjadi perlawanan.

Menanggapi tuntutan balik tersebut, agensi Nana, SUBLIME, bereaksi tegas. Mereka mengecam langkah pelaku yang dianggap sebagai usaha untuk “memanfaatkan status artis Nana” demi keuntungan hukum dan mengklaim hal itu sebagai bentuk kerugian sekunder yang tidak manusiawi terhadap korban. Agensi menegaskan akan melindungi artis mereka sekuat mungkin melalui jalur hukum, termasuk kemungkinan mengajukan gugatan balik atas tuduhan palsu dan tindakan hukum lain yang diperlukan.

Dalam pernyataan resminya, SUBLIME menegaskan bahwa tindakan yang dilakukan oleh Nana dan ibunya saat insiden perampokan terjadi sama sekali bukan tindakan kriminal, melainkan pembelaan diri secara sah saat menghadapi ancaman serius. Mereka juga menyatakan kekecewaan terhadap perubahan sikap pelaku yang awalnya mengaku bersalah namun kini mengklaim sebaliknya di persidangan.

Kasus ini langsung memicu debat publik di dunia hiburan Korea, dengan netizen yang mempertanyakan strategi hukum pelaku dan motif di balik gugatan balik tersebut. Beberapa media bahkan menduga langkah pelaku merupakan taktik untuk meringankan hukuman atau mengalihkan perhatian dari perbuatannya sendiri, meski tuduhan itu belum dikonfirmasi secara resmi oleh pakar hukum di luar proses persidangan.

Sementara itu, Nana sendiri belum memberikan komentar langsung melalui akun pribadinya tentang tuntutan balik ini. Namun agensi menegaskan bahwa mereka akan terus memastikan bahwa proses hukum berjalan adil dan bahwa tindakan yang diambil Nana semata demi keselamatan dirinya serta ibunya diakui sebagai pembelaan diri yang sah.

Insiden ini menjadi salah satu kasus hukum selebritas yang paling disorot awal tahun 2026, khususnya karena melibatkan isu pembelaan diri, penggunaan status publik dalam strategi hukum, dan respon keras dari agensi artis terhadap taktik hukum yang tidak biasa seperti ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *