Jakarta, Nama Wardatina Mawa kembali ramai di lini masa setelah sebuah video pernyataan singkatnya di Instagram Story beredar luas dan disalin ulang ke TikTok serta X. Bukan karena drama lama, melainkan update baru soal sikap tegas Wardatina terhadap kemungkinan rujuk dengan Insanul Fahmi, yang langsung memantik reaksi publik. Dalam video tersebut, Wardatina dengan nada tenang tapi jelas menyebut bahwa jika rujuk ingin dibicarakan, ada dua syarat mutlak yang tidak bisa ditawar.
Pemicu hari ini adalah potongan video berdurasi kurang dari satu menit yang diunggah Wardatina saat menjawab pertanyaan pengikutnya. Tanpa menyebut detail emosional masa lalu, ia menegaskan bahwa rujuk bukan sekadar kata, tapi harus dibuktikan lewat perubahan konkret. Unggahan itu lalu menyebar cepat setelah beberapa akun gosip mengunggah ulang dengan caption provokatif, membuat topik Wardatina kembali masuk jajaran perbincangan teratas.
Kronologi hari ini dimulai sejak pagi ketika video tersebut muncul di IG Story. Menjelang siang, potongannya sudah ada di TikTok dengan jutaan penayangan. Sore harinya, Wardatina menambahkan satu Story lanjutan yang menekankan bahwa pernyataannya bukan ajakan rujuk, melainkan jawaban jujur atas pertanyaan publik. Ia juga menegaskan tidak ingin menyerang siapa pun, termasuk Insanul Fahmi, tetapi ingin menutup ruang spekulasi.
Respons publik langsung terbelah. Sebagian netizen memuji Wardatina karena dianggap matang dan tidak lagi emosional. Pola komentar seperti “Ini baru perempuan yang tahu batas” dan “Syaratnya wajar, bukan drama” mendominasi di Instagram dan TikTok. Namun kubu lain menilai Wardatina terlalu kaku dan seharusnya menyelesaikan urusan pribadi tanpa melibatkan publik. Komentar seperti “Kalau masih dibahas berarti belum move on” juga ramai bermunculan.
Polarisasi makin jelas ketika beberapa kreator konten mulai membedah “dua syarat” tersebut sebagai bentuk power positioning seorang perempuan pasca-konflik rumah tangga. Ada yang menganggapnya simbol kemandirian, ada pula yang menilainya sebagai tekanan moral terhadap pihak lawan. Menariknya, Wardatina sendiri tidak menanggapi perdebatan itu dan memilih diam setelah Story terakhirnya.
Dari sisi citra, update hari ini justru mempertegas posisi Wardatina sebagai figur publik yang ingin mengontrol narasi hidupnya sendiri. Ia tidak tampil sebagai korban, tidak pula sebagai pihak yang menyerang. Sikap ini dinilai bisa memperkuat persepsinya di mata publik sebagai sosok dewasa dan rasional. Namun, sorotan publik yang terus menyala juga berpotensi menyeretnya kembali ke pusaran gosip jika pihak lain ikut merespons.
Sementara itu, ketidakhadiran respons langsung dari Insanul Fahmi justru menjadi bahan spekulasi baru. Sebagian netizen membaca diamnya sebagai bentuk menghormati batas, sementara yang lain menganggapnya sebagai tanda konflik belum selesai. Apapun interpretasinya, satu hal jelas: update hari ini mengubah arah percakapan, dari nostalgia konflik menjadi diskusi tentang batas, syarat, dan kontrol diri.