Publik benar-benar heboh hari ini setelah nama Inara Rusli kembali ramai dibicarakan bukan karena kabar prestasi, tetapi soal stres psikologis yang menyerangnya setelah video rekaman CCTV rumah pribadinya tersebar secara luas di luar kendali. Sumber infotainment mengungkap bahwa Inara tampak goyah dan emosinya mudah terpancing sejak rekaman itu bocor dan ramai dibahas di media sosial seperti X, TikTok, bahkan WhatsApp Group selebritas.
Situasi ini makin panas karena Insanul Fahmi, sang pengusaha yang juga jadi pusat polemik terlihat turun tangan memberi dukungan emosional kepada Inara di tengah sorotan yang tak kunjung reda. Pernyataan dan interaksi terbaru mereka tersebar di sejumlah story Instagram dan potongan video yang dibagikan netizen.
Fenomena ini jadi sorotan utama karena publik menyadari betul: ini bukan sekadar gosip seks biasa. Video CCTV itu tidak hanya memperlihatkan momen kehidupan pribadi Inara, tapi sekarang diduga menjadi komoditas yang diperjualbelikan oleh oknum pihak ketiga demi keuntungan materi sebuah narasi yang langsung membuat mental Inara terguncang.
Kejadian mulai memicu respons besar pada 26–27 Desember 2025, saat Insanul Fahmi memberi klarifikasi tentang rekaman CCTV yang beredar, menyebut banyak kontennya sudah diedit dan tidak bisa dijadikan acuan objektif. Dia juga menyatakan bahwa pihaknya tengah membantu penyidik untuk mengungkap siapa dalang di balik penyebaran tersebut.
Baca juga: Heboh Mawa Dituding Jual CCTV Video Syur Inara Rusli
Sementara itu, Inara sendiri memilih untuk menjaga kesehatannya dan lebih banyak diam di depan publik. Teman-teman dekatnya mengungkapkan bahwa perempuan yang beberapa waktu terakhir memang fokus membangun karier ini, mulai merasa tidak stabil secara emosional karena tekanan media sosial dan spekulasi yang terus berkembang.
Reaksi publik tak kalah heboh. Di Twitter dan X, warganet membagi dua kubu: sebagian besar berempati pada Inara dan mengecam penyebaran rekaman yang tak etis, sementara segelintir netizen menyuarakan skeptisisme dan mempertanyakan motivasi Insanul Fahmi dalam menjelaskan ini semua. Komentar seperti “Ini bukan soal salah benar, tapi privasi artis itu harus dihargai” jadi paling banyak di-like. Di sisi lain, sebagian netizen menulis “Kalau benar diedit, buktikan dong biar jelas”. Polarisasi ini bikin percakapan makin panas.
Psikis Inara yang terganggu jelas bukan cerita lama: fenomena ini baru mengemuka dalam 48 jam terakhir dan langsung jadi tren pencarian di platform video. Media sosial dipenuhi tagar yang menyoroti kesejahteraan mental selebritas di tengah pemberitaan panas seperti ini.
Dalam sisi lain, Insanul Fahmi terlihat mencoba berperan sebagai penengah. Dia terlihat beberapa kali membalas komentar netizen yang menyerang Inara, bahkan menyatakan bahwa fokusnya adalah menyelesaikan persoalan hukum dengan damai dan profesional. Tidak seperti narasi lama, Insanul kini kerap terlihat mengunggah konten-konten yang bernada menenangkan suasana ketimbang memperuncing konflik.
Dampaknya terhadap citra Inara sudah jelas terasa: sosoknya yang sebelumnya dikenal santai dan karismatik kini dikaitkan dengan narasi mental terganggu dan media sosial yang agresif. Beberapa brand bahkan terlihat menghapus foto mereka dari feed Instagram mereka sendiri, menandakan hubungan kerja sudah ikut terdampak. Namun, netizen yang supportive menyatakan bahwa justru keterbukaan mengenai kesehatan mental bisa jadi momentum positif untuk berbicara tentang trauma selebritas.
Terlepas dari itu, kasus ini membuat banyak orang mempertanyakan etika pemberitaan artis dan penyebaran materi pribadi di era digital, sebuah topik yang langsung jadi pembicaraan serius di berbagai komunitas online.
Bagi dong cctvnya!!